-
Selamat Datang
Membangun Sistem Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara
Melalui Model Pembelajaran Kolaboratif di Kabupaten Kendal
Model pembelajaran kolaboratif merupakan model pengembangan kompetensi ASN yang mengintegrasikan sinergi antara lembaga pelatihan, perguruan tinggi, dan organisasi mitra strategis secara terpadu melalui transformasi digital. Kerangka ini mendorong keterlibatan aktif antara pengajar, pelatih, peserta pelatihan, praktisi, akademisi, dan pakar di bidangnya dengan memanfaatkan teknologi informasi guna menyediakan metode pembelajaran yang terjangkau, cepat, mudah diakses, dan terintegrasi sesuai dengan perkembangan era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.
Selain itu, pendekatan kolaboratif ini secara aktif melibatkan para pemangku kebijakan dan pemangku kepentingan terkait dalam menghadirkan pembelajaran yang berdaya guna melalui pertukaran wawasan (knowledge sharing) bersama kementerian/lembaga nasional maupun sektor swasta guna mewujudkan keunggulan birokrasi dan menciptakan pusat unggulan (center of excellence) bagi pengembangan SDM aparatur sipil negara.
Aparatur Sipil Negara mengikuti pembelajaran kolaboratif melalui platform pembelajaran daring terpadu yang didukung dengan aplikasi Analisis Kebutuhan Diklat (AKD Digital) untuk mengukur, memetakan, dan memenuhi kebutuhan kompetensi setiap aparatur secara terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Kursus yang tersedia
Penggunaan media sosial telah membentuk dan mendukung cara baru dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan berkolaborasi. Media sosial menawarkan cara yang lebih cepat dan tepat untuk berpartisipasi dalam pertukaran informasi melalui daring (dalam jaringan/online). Dengan melihat efektivitas media sosial dalam membangun komunikasi dan interaksi dengan masyarakat, hubungan masyarakat pemerintah harus mampu memanfaatkan media sosial untuk meraih perhatian dan dukungan khalayak luas serta tidak lagi semata-mata bertahan dengan cara-cara komunikasi yang konvensional.
Peserta akan mempelajari unsur pembelajaran aktif yang dapat diterapkan yaitu MIKiR (Mengalami (M), Interaksi (I), Komunikasi (Ki), Refleksi (R)) saat proses belajar mengajar di kelas.
Penguatan kapasitas aparatur dalam tata kelola pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa. Membahas perencanaan partisipatif, pengelolaan sumber daya desa, fasilitasi pembangunan terpadu, serta strategi pendampingan program pemberdayaan berkelanjutan.
Peningkatan kompetensi kewirausahaan (entrepreneurship) berbasis inovasi dan kemandirian. Membekali peserta dengan pola pikir kreatif, manajemen risiko, analisis peluang usaha lokal, serta strategi pengembangan kewirausahaan dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.
Pelatihan praktis produksi video pembelajaran interaktif dan menarik. Meliputi teknik perancangan naskah (storyboard), perekaman visual dan audio berkualitas, hingga editing video berbasis aplikasi modern guna menunjang efektivitas media pembelajaran digital aparatur.
Panduan komprehensif pemanfaatan platform Learning Management System (LMS) Moodle untuk pembelajaran digital. Peserta akan mempelajari pengelolaan kelas daring, manajemen materi, aktivitas interaktif, penugasan, serta evaluasi pembelajaran secara efektif dan terstruktur.
Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Peserta diarahkan menguasai perancangan materi multimedia, aplikasi presentasi digital mutakhir, dan integrasi perangkat lunak edukatif untuk mendukung metode pembelajaran modern.
Sosialisasi dan edukasi menyeluruh mengenai ragam produk perbankan dan layanan keuangan dari Bank Jateng. Memfasilitasi pemahaman ASN terkait fasilitas perbankan digital, produk tabungan, pinjaman pegawai, serta perencanaan dan pengelolaan finansial yang aman dan akuntabel.
Panduan langkah demi langkah menyusun buku referensi dan buku ajar berbobot. Membahas perumusan ide gagasan, penyusunan outline sistematis, gaya penulisan ilmiah populer, teknik sitasi, hingga tata cara penerbitan dan perlindungan hak cipta (ISBN).
Kursus peningkatan kemampuan tata tulis dan komposisi bahasa resmi kedinasan. Membekali peserta dengan kaidah penulisan tata naskah dinas yang baku, penyusunan kalimat efektif, ejaan yang disempurnakan, serta struktur logika dokumen kedinasan dan karya tulis profesional.
Program Orientasi Pengenalan Nilai dan Etika pada Instansi Pemerintah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Membekali aparatur dengan wawasan kebangsaan, integritas BerAKHLAK, pengenalan tupoksi, serta budaya kerja melayani masyarakat Kendal Handal.